Pemerintah Provinsi Bali Antisipasi Cuaca Ekstrim

Senin, 23 April 2012

Rabu, 3 Nopember 2010 di Gedung UPT. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana Provinsi Bali diselenggarakan rapat koordinasi penanggulangan bencana sebagai salah satu upaya meningkatkan kesiapsigaan daerah menghadapi ancaman bencana. Rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Badan Kesbang, Pol dan Linmas Provinsi Bali Bpk. I Made Sukadana, SH, MT selaku PLH Kepala Badan Kesbang, Pol dan Linmas Provinsi Bali dihadiri oleh instansi-instansi terkait seperti BMKG, SAR, PMI, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bappeda dan BPBD atau Kesbanglinmaspol kabupaten/kota se-Bali.

Antisipasi pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman bencana, disambut positif oleh semua pihak terutama dari BMKG Regional Wilayah III Denpasar, karena menurut data BMKG bahwa Bali merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak fenomena Lanina yang diperkirakan akan terus terjadi hingga tahun 2011. Fenomena Lanina ini perlu diwaspadai terutama pada saat puncak musim hujan yaitu sekitar bulan Januari dan Februari 2011.
Agenda utama dalam rapat koordinasi tersebut adalah mengevaluasi kekuatan daerah dalam menghadapi bencana, baik kekuatan personil, peralatan maupun logistik.
Dari pemaparan masing-masing instansi diketahui bahwa Bali pada umumnya cukup siap, walaupun masih perlu peningkatan koordinasi satu sama lain agar penanggulangan bencana dapat berjalan responsif dan efektif.Dari sisi personil, Bali memiliki ribuan personil yang siap membantu penanggulangan bencana, antara lain 620 orang Taruna Siaga Bencana, 130 orang Tim Reaksi Cepat, 240 orang petugas Dapur Umum Lapangan, 1.500 orang Pemuda Peduli Bencana, 776 orang dari PMI. Data ini belum termasuk personil Kesbangpol dan linmas dan BPBD se-Bali serta TNI/Polri yang selalu siap diterjunkan untuk penanggulangan bencana.
Dinas PU, SAR, PMI dan seluruh instansi terkait lainnya juga menyatakan kesiapannya dibidang sarana prasarana baik sarana/alat rescue, alat-alat evakuasi maupun sistem komunikasinya. Demikian halnya dengan kesiapan logistik sandang, pangan dan family kit cukup tersedia. Dalam hal beras misalnya telah siaga 11.367,40 ton.
Kesiapan Pemerintah Provinsi Bali dalam menghadapi bencana secara simbolis akan ditunjukan dalam sebuah apel siaga bencana, yang kegiatan sedang digagas oleh Badan Kesbang, Pol dan Linmas Provinsi Bali.
Namun demikian, kesiapan pemerintah tidak akan ada artinya tanpa kesiapan dari masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu kedepan perlu program-program kegiatan yang secara kontinyu dan konsisten untuk menguatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Pola pikir pemerintah dan masyarakat hendaknya berjalan sinergi, bagaimana kita menghindar dari bencana atau bagaimana kita hidup harmonis di daerah rawan bencana.